Harga minyak mentah dunia jenis Brent yang kini mencapai US$122,88 per barel telah menimbulkan banyak kekahwatiran didunia tidak termasuk di Indonesia. Hal ini terjadi terkait ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Iran. Di Indonesia sendiri Pemerintah telah memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Hal ini tentu menimbulkan banyak kekahwatiran bagi masyarakat terutama masyarakat miskin. Masalahnya apabila harga BBM bersubsidi naik, maka seluruh harga kebutuhan pokok akan naik dan tidak menutup kemungkinan apabila harga mengalami BBM turun, harga kebutuhan pokok itu tidak akan ikut mengalami penurunan. Namun dibalik kenaikan harga minyak mentah dunia dan rencana Pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi, muncul pertanyaan di semua lapisan masyarakat apakah harga BBM memang perlu dinaikkan?
Melihat fakta bahwa Indonesia memiliki kualitas minyak yang jauh lebih bagus dibandingkan kualitas minyak dari Timur Tengah, mengapa Indonesia harus mengimpor sekitar 400 ribu barel minyak mentah dan 500 ribu barel minyak jadi seperti premium, solar dan minyak tanah? Sehingga rata-rata kita harus mengimpor minyak sekitar 900 ribu barel perhari. Sedangkan lucunya kita malah mengekspor minyak mentah ke negara-negara Eropa sebesar 800 ribu barel minyak yang kini harga ekspornya mencapai US$ 122,17 per barel.

Baca selengkapnya dan Download filenya disini